Cara Merawat Ikan Cupang: Agar Sehat Untuk Ternak dan Budidaya Ikan Cupang
Ikan cupang adalah ikan yang unik yang menambahkan splash of color pada setiap aquarium. Dengan kebutuhan yang minim, ikan ini sangat easy maintenance dan sangat digemari terutama oleh para pemula dalam dunia akuatik. Artikel ini merangkum informasi penting tentang ikan cupang. Ikan cupang sangat ideal untuk kalian yang baru terjun ke dalam dunia akuarium, karena mereka cukup mudah untuk dirawat dan tidak memerlukan peralatan yang rumit. Selain itu, ikan ini dapat hidup dalam berbagai kondisi air, meskipun tetap harus memastikan bahwa air dalam aquarium cukup bersih dan oksigen terjaga.
Drajahat Suhu yang Dibutuhkan Ikan Cupang
Karena sirip-sirip besar yang dimiliki, ikan cupang memerlukan energi dan ruang yang cukup untuk bergerak di air. Suhu ideal berkisar antara 24 dan 30 derajat Celsius.
Suhu yang terlalu rendah (di bawah 20 derajat Celsius) akan menyulitkan ikan tersebut. Mereka akan hampir tidak bergerak sama sekali. Kita bisa menghangatkan air dalam akuarium berkapasitas 30 liter menggunakan heater 25-watt secara hati-hati.
Ikan cupang tidak menyukai air mengalir, karena di habitat asli mereka, mereka lebih memilih danau-danau yang tenang. Usahakan untuk mempertimbangkan hal ini ketika mendesain aquarium kalian.
Tanaman yang Cocok Untuk Ikan Cupang
Ikan cupang sangat menyukai tanaman air yang ditanam di dasar aquarium. Secara umum, disarankan untuk lebih memilih tanaman asal Asia daripada tanaman aquarium Eropa.
Hewan ini lebih senang berada di area dengan vegetasi yang cukup rapat dan beberapa tanaman air mengambang. Namun, harus ada cukup ruang di permukaan air untuk sarang-busa mereka.
Walaupun pencahayaan menjadi lebih redup karena padatnya tanaman air mengambang, ikan cupang akan merasa nyaman dalam suasana tersebut. Tanaman rawa berwarna merah-hijau dan putih-hijau juga akan memberikan bayangan yang optimal.
Para biolog mengkategorikan ikan cupang ke dalam banyak subspesies, tergantung pada pola dan bentuknya. Klasifikasi ini dibagi menjadi delapan kelompok utama, yang terutama menggambarkan pola dan warna sisik serta sirip:
- Akarensis
- Antonii
- Aurigans
- Balunga
- Chini
- Ibanorum
- Pinguis
- Obsura
Selain pola, kategorisasi juga didasarkan pada bentuk ekor:
Crown Tails, misalnya, memiliki sirip berwarna cerah.
Sementara itu, Halfmoons memiliki sirip berbentuk setengah bulan yang juga tersedia dalam berbagai warna.
Long Tail Bettas dapat dikenali dari sirip ekor panjang dan sirip tambahan yang besar di sisi perut.
Selain itu, ada ikan cupang dengan ekor selendang, ekor bulat, sirip delta segitiga, atau ekor ganda.
Namun, sebagian besar ikan cupang yang dijual di toko hewan peliharaan memiliki ekor selendang yang khas dengan potongan persegi atau berlian.
Cara Membedakan Cupang Jantan dan Betina
Berikut ini cara membedakan ikan cupang jantan dan betina, karna masih banyak yang belum tahu cara membedakannya:
Ikan Cupang Jantan
Ikan jantan memiliki sirip punggung dan sirip dubur yang lebih berkembang daripada betina, dan warna-warna mereka jauh lebih mencolok dan spektakuler dibandingkan ikan Cupang betina.
Perilaku mereka juga mengungkapkan identitas mereka, karena mereka sangat agresif terhadap satu sama lain, dan tidak mungkin untuk menjaga dua ikan Betta Splendens jantan dalam satu aquarium. Pertarungan hidup dan mati akan terjadi. Ikan-ikan tersebut akan bertarung hingga salah satunya meninggal.
Ikan Cupang Betina
Dibandingkan dengan ikan jantan, ikan betina dalam penampilannya cenderung sederhana dan tidak mencolok. Mereka berwarna kusam dan seragam, dan ekor serta sirip mereka pendek dan tidak spektakuler sama sekali. Ikan Betta betina juga lebih damai dan dapat hidup berdampingan dalam kelompok tanpa bersaing untuk wilayah.
Berapa Lama Seekor Ikan Cupang Bisa Hidup
Ikan cupang umumnya dapat hidup hingga sekitar empat tahun. Namun, faktor seperti stres atau lingkungan yang kurang kondusif dapat mempersingkat usia mereka. Dengan mengurangi stres, menyediakan tanaman yang baik, serta menjaga suhu dan kualitas air ideal, kita dapat memperpanjang usia mereka secara signifikan. Di alam liar, ikan cupang tidak hidup sepanjang di dalam aquarium, karena mereka mengalami lebih banyak stres akibat pertarungan wilayah dan predator, sering kali terserang parasit, dan juga rentan terhadap penyakit.
Perawatan Ikan Cupang di Akuarium
Penting untuk diingat bahwa nilai pH dan kekerasan air terbaik tidak bisa digeneralisasi, karena ikan cupang dapat ditemukan di seluruh Asia Tenggara dan tinggal di perairan yang berbeda, seperti perairan tenang dan mengalir, serta biotop air tawar, yang memiliki kualitas dan karakteristik air yang sangat berbeda. Oleh karena itu, nilai-nilai yang diberikan dalam profil ini hanyalah rekomendasi. Di danau atau sungai, ikan hias ini akan memiliki nilai yang berbeda dibandingkan dengan di sawah.
Kebanyakan pemula cenderung mengira bahwa kolam yang besar secara otomatis lebih sesuai dengan kehidupan ikan. Namun, pernyataan tersebut tidak bisa diterima begitu saja. Ada beberapa alasan mengapa kolam kecil bisa menjadi pilihan. Yang penting adalah populasi ikan di dalamnya tidak terlalu padat.
Tergantung bagaimana cara kalian merawat ikan Betta atau ikan cupang, dalam kondisi pemeliharaan dirumah, bahkan sebuah akuarium besar atau tank berkapasitas 30 liter sudah cukup. Di pasar, ada banyak start-up kits yang harganya terjangkau dan berisi segala yang diperlukan. Berbeda dengan jenis ikan hias lainnya, ikan Betta memiliki kecenderungan yang lebih besar untuk melompat keluar dari tank. Oleh karena itu, disarankan untuk memastikan kita menggunakan penutup tank yang baik. Selain itu, hal ini juga akan mengurangi risiko ikan Betta mengalami hipotermia.
Ikan cupang merupakan spesies yang menghirup udara atmosfer dan sebaiknya tidak menghirup udara dingin. Sebagai anggota keluarga Labyrinthfish, ikan cupang memiliki organ labirin yang memungkinkan mereka untuk mengambil oksigen langsung dari atmosfer, bahkan di dalam aquarium yang hangat dengan kandungan oksigen yang rendah. Dengan menutup permukaan air, udara di antara air dan kaca dapat menghangat. Inilah kondisi yang disukai oleh ikan cupang.
Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa kita menjaga suhu dan kondisi lingkungan ikan cupang agar mereka dapat hidup dengan nyaman. Di antara pecinta ikan betta, aturan yang berlaku adalah bahwa varietas ternak memerlukan aquarium hingga 18 liter, sedangkan varietas liar membutuhkan aquarium mulai dari 18 liter. Seorang biolog teman menyarankan ukuran aquarium yang lebih besar. Kemungkinan besar, kebenaran berada di suatu tempat di antara kedua pendapat tersebut.